Minggu, 24 Mei 2015

CATATAN MSI 7



mau nge post yang  catatan msi yang ke tujuh malah ketinggalan...ndek rumah...:(
ngepost ini


















INI DIA CATATAN MSI 7
Catatan msi 7
Di hari selasa tanggal 12 mei ini saya akhirnya PRESENTASI juga rasanya seneng banget. Presentasi saya tentang bab V BERBAGAI PENDEKATAN DALAM STUDI ISLAM. Pendekatan yang dibahas terlebih dahulu yaitu Pendekatan Sejarah. Seperti biasanya setelah presentasi bapak ngainum naim memberikan sedikit bahasan  dari bab yang dipresentasikan. Yang sangat berkesan dari bapak ngainum naim itu adalah guyunan dan quote nya itu gak ada matinya tetep lucu ajah . langsung aja ini pembahasannya tentang pendekatan sejarah.
PENDEKATAN  SEJARAH
Sejarah berasal dari bahasa arab  yaitu syajarah (Pohon) dan dari kata history dalam bahasa inggris yang berarti cerita atau kisah. Kata kunci dari sejarah adalah masa lalu. Peristiwa masalalu bisa menjadi sejarah jika cakupannya luas dan berdampak.
Menurut Hugiono sejarah sebagai rekontruksi yang artinya menyusun kembali. Sejarah tidak akan menjadi sejarah jika tidak di rekontruksi.
Sejarah ada urutan waktunya yang kemudian di analisis. Kaidah sejarah ada 3 yaitu:
1.       Sejarah itu fakta bukan fiksi
2.        
·         Diakronis  yaitu  peristiwa sejarah yang mempunyai waktu memanjang dan berarti. Contoh: peristiwa kemerdekaan bangsa Indonesia dimulai  tahun 1942-1945,1948-1965,1966-1998, 1998 sampai sekarang.
·         Ideo grafis adalah lukisan dalam cerita sejarah, maksudnya yaitu menggambarkan atau menceritakan suatu peristiwa  yang terjadi pada ruang dan waktu tetentu dengan tujuan mendapatkan pemahaman dan makna dari  peristiwa tersebut.
·         Unik  yaitu sesuatu yang terjadi hanya sekali dan tidak ada duanya.
3.       Empiris  terdapat bukti-bukti dalam peristiwa sejarah tersebut.
Penelitian sejarah dilakukan dengan melalui langkah-langkah berikut :
1.       Topik  penelitian, pada umumnya dalam proposal penelitian sejarah mencakup sub pembahasan sebagai berikut :
·         Judul penelitian
·         Latar belakang, mengapa sejarah agama perlu diteliti atau di tulis.
·         Rumusan masalah
·         Tujuan
·         Tinjauan penelitian
·         Landasan teori
·         Metode yang digunakan
·         Sistematika atau alur pembahasan yang akan dilakukan.
2.       Pengumpulan sumber sejarah (heuristik)
3.       Kritik terhadap sumber sejarah.
4.       Interpretasi sejarah
5.       Penulisan sejarah


catatan msi 8



Catatan msi 8
Pada pertemuan kali ini  alhamdulillah saya masih diberi kesehatan dan dapat menerima materi pembahasan dari bapak ngainun naim.
 pada hari itu saya  ada jam mendadak sebelum memulai mata kuliah metodelogi studi islam jam ke 3 yang diampu oleh beliau. Saya mengikuti uts bahasa arab terlebih dahulu. Alhamdulillahnya saya masih sempat menerima pembahasan dari beliau walaupun hanya setengahnya.
Langsung saja pada catatatan kali Ini pembahasan bab VI ISU-ISU AKTUAL DALAM STUDI ISLAM
Yaitu tentang PLURALISME.
Hal-hal yang terkait didalam PLURALISME antara lain :
1       Relasi sosial kelompok agama dan antar kelompok agama dapat menimbulkan konflik ataupun membina hubungan harmonis.
2       Pluralisme  adalah meyakini agama yang dianut sebagai yang saling benar dan secara sosial harmonis dengan kelompok/agama yang berbeda.
3       Konflik terjadi karena belum ada kedewasaan dalam diri yang bisa muncul dari mana saja mulai dari lingkup sosial terkecil, yaitu keluarga, relasi antar tetangga,antar kampung,antar etnis,hingga komunitas yang jauh lebih besar,yaitu negara. Konflik yang paling berbahaya yaitu konflik agama. Agama memang wilayah yang paling sensitif dalam ranah Konstelasi sosial budaya dan politik. Sentimen keagamaan sangat mudah disulut dan dibangkitkan. Karena agama memang tidak hanya berkaitan keyakinan, tetapi juga berkaitan dengan aspek emosionalitas, eksistensi, bahkan hidup seseorang.
4       Solusi dalam hal ini adalah dengan matangnya emosi (EQ),spiritual, dan hubungan sosial.Misal: * menghadapi orang yang marah-marah jangan disela hargai dan ketika selesai maka kamu baru bicaralah...
5       Fenomena konflik yang berlatar belakang agama dapat melahirkan paradoks dalam agama sendiri. Paradoks yaitu ;antara apa yang diucapkan dan dilakukan tidak sama
Ada hal-hal yang membuat agama islam dicap “agama keras” atau apapun itu.
Itu yang salah bukan Agama Islam tetapi yang menjadi masalah adalah pemeluk”nya yang membuat paradoks dalam agama sendiri.
6       Ada yang menuduh pluralisme adalah relativisme yaitu kebenaran mutlak. Tidak relativisme tetapi pluralisme yang memegang  agama dengan kuat tetapi tidak dan jangan menyebabkan konflik sosial.
7       Ada juga yang menyamakan bahwa pluralisme adalah sinkretisme yaitu keyakinan “gado-gado” yang meramu unsure-unsur tertentu dari masing-masing agama agama, kemudian memformulasikan dalam bentuk keyakinan atau agama baru. Pluralism tidak seperti itu pluralism harus dipahami secara lebih komprehensif . Apa yang disebut pluralisme bukanlah sekedar mengakui eksistensi dan kebenaran setiap agama. Tetapi lebih dari itu, pluralism hendaknya  diletakkan diatas landasan komitmen yang kukuh terhadap masing-masing agam yang dipeluk. Dalam paradigm pluralisme yang semacam ini, umat suatu agama dalam berinteraksi dengan umat yang beragam lain dituntu untuk membuka diri, belajar dan menghormati mitra dialognya.
8       Kenapa terjadi suatu konflik, Karena tidak ada Dialog
Dialog subtansinya mencari solusi.
Mengembangkan dialog dapat dilakukan empat tingkat bagi komunikasi manusia,
1       Dialogue of hearts : rasa sebagai bersaudara, sesama makhluk tuhan, sesame manusia.
2       Dialogue of life               : menegakkan nilai-nilai kehidupan kemanusiaan.
3       Dialogue of peace   : keberanian untuk memperbincangkan tuhan dan manusia dalam kedamaian.
4       Dialogue of silence  : di mana tuhan berbicara kepada manusia
Cukup sekian pembasan tentang bab pluralisme yaa….
Sedikit kata-kata dari bpak dosen saya :
emosi jangan di lawan dengan emosi”

catatan msi 6



Catatan msi 6
Pada pertemuan hari selasa tanggal 5 may ini  yaitu presentasi mengenai pendekatan missionarisme dan kolonialisme. Tetapi pembahasannya melanjutkan bab dinamika perkembangan studi islam. Yaitu studi islam di Indonesia.....
Di pertemuan ini kata-kata yang berkesan dari beliau yaitu:
Kerja keras (hand) kerja cerdas(head) kerja ihklas(heart)
IQ 5% KERJA KERAS 95%
Kembali pada pembahasan dipertemuan kali ini tentang studi islam di indoneseia .
STUDI  ISLAM DI INDONESIA
Dinamika perkembangan studi islam di indonesia :
Ø      Ada yang menyebut studi islam telah  ada sejak masuknya islam yaitu pada abad ke 8
Ø      Studi islam di Indonesia di pengaruhi oleh tokoh indonesia yang menempuh studi islam di timur tengah dan asia selatan  pemikiran  studi disana berdampak bagi studi islam diindonesia dalam pembaharuannya .
Ø      Islam masuk ke Indonesia tidak hanya menyebarkan ajaran islam melainkan adanya proses belajar 
Ø      Ditahun 1945 atau sebelum tahun 70an, pemikiran islam  di Indonesia masih dalam kondisi stagnan, karena waktu dan energi telah habis saat peperangan politik.
Ø      Islam yes, partai islam no. statemen nur cholis ini mengajak untuk tidak memperjuangkan islam formalis/formalitas tetapi mengajak memperjuangkan ajaran islam
Ø      Banyak dipengaruhi oleh metode berpikir barat yang mnggunakan metodelogi dalam mengkaji islam,
Studi islam di Indonesia selalu dinamis,berkembang, dan mengalami perubahan demi konstektualisasi dengan realitas yang ada.
Ada bebarapa hal Sebagai gejala baru dalam studi islam yang penting untuk diperhatikan :
1.      Digunakannya pendekatan yang beragam dalam memahami keislaman. Seperti penggabungan antara pendekatan normative dengan analisis sosio-historis.
2.      Pengenalan terhadap berbagai pandangan dan argumen yang berkembang dalam tradisi keislaman memberikan dampak pada pemahaman  yang plural polyphonic unsderstanding terhadap kekayaan dan keragaman tradisi intelektual islam
3.      IAIN dan STAIN telah memantapkan diri menjadi institusi akademik, disamping juga tentu peran dakwah yang tidak dapat dilupakan.
4.      Sebagai centre of excellence bagi pendidikan dan penelitian islam di Indonesia, tradisi baru iain perlu mengembangkan apa yang sering disebut sebagai local context dan local content islam di Indonesia.

catatan msi 5





Hal 38-40
Pengantar studi islam
Catatan MSI 5
Hari Kejut Nyata

Di hari selasa pada tanggal 28 april 2015 tepat pada jam ke 2 (08.40) saya pada hari ini kebetulan tidak on time karena suatu hal dan baru tiba  sekitar 5 menit bapak Ngainun naim sudah mengejutkan sekali  kalau kata syahrini sih kejut nyata  hemm seperti itu lah…..
Lalu Beliau bilang “siapkan selembar kertas”kata-kata seperti itu simbolnya kalo UTS, Uts tanpa pemberitahuan, tapi dengan tidak memberitahukan itu adalah suatu nilai murni.  Setelah diberi soal-soal ternyata saya dapat menjawab soal-soalnya tapi kalo hasilnya belum tahu ya hehe curcol deh ….  Tapi kira-kira ada yang saya yakini benar dan ada yang mungkin salah sih , ya semoga aja deh nilainya maksimal amiinn.. allahhuma amiinn.
Cukup carita saya itu saja hehe …. lansung aja ke pembahasan nya yaitu membahas bab studi islam di timur
Studi Islam di Timur
Hampir sama dengan yang terjadi di barat, studi islam di negri-negri timur tengah  juga  bervariasi di karenakan karakteristik studi islam dipengaruhi oleh beberapa faktor  yaitu :
1.     Faktor kebijakan politik
2.     Dinamika sosial budaya
3.     Latar belakang pemegang kebijakan pendidikan
4.     Perkembangan ekonomi
Di universitas Taheran Iran, studi islam dilakukan dalam satu fakultas yang disebut kulliyat illahiyat (fakultas agama).Di universitas damaskus Syria, studi islam ditampung dalam kulliata al syariah (fakultas syariah). Di Aligarch university india studi islam dibagi dua jurusan: mabzhab  ahli sunah dan syiah. Di universitas islam internasional malasyia, program studi islam berada di bawah kulliyah of revealed knowledge and human sciences(fakultas ilmu kewahyuan dan ilmu kemanusiaan). Di universitas Al-azhar sampai tahun 1961 memiliki fakultas-fakultas seperti di IAIN. Setelah tahun 1961, Al-azhar tidak lagi membatasi diri pada fakultas-fakultas agama. Dapat disimpulkan bahwa studi islam di timur tengah, sebagaimana studi di barat dan berbagai negara lainnya, juga tidak seragam. Ada karakteristik yang khas dari masing-masing negara, hal ini menjadi kekayaan warna dalam studi islam dan negara.