Minggu, 24 Mei 2015

catatan msi 6



Catatan msi 6
Pada pertemuan hari selasa tanggal 5 may ini  yaitu presentasi mengenai pendekatan missionarisme dan kolonialisme. Tetapi pembahasannya melanjutkan bab dinamika perkembangan studi islam. Yaitu studi islam di Indonesia.....
Di pertemuan ini kata-kata yang berkesan dari beliau yaitu:
Kerja keras (hand) kerja cerdas(head) kerja ihklas(heart)
IQ 5% KERJA KERAS 95%
Kembali pada pembahasan dipertemuan kali ini tentang studi islam di indoneseia .
STUDI  ISLAM DI INDONESIA
Dinamika perkembangan studi islam di indonesia :
Ø      Ada yang menyebut studi islam telah  ada sejak masuknya islam yaitu pada abad ke 8
Ø      Studi islam di Indonesia di pengaruhi oleh tokoh indonesia yang menempuh studi islam di timur tengah dan asia selatan  pemikiran  studi disana berdampak bagi studi islam diindonesia dalam pembaharuannya .
Ø      Islam masuk ke Indonesia tidak hanya menyebarkan ajaran islam melainkan adanya proses belajar 
Ø      Ditahun 1945 atau sebelum tahun 70an, pemikiran islam  di Indonesia masih dalam kondisi stagnan, karena waktu dan energi telah habis saat peperangan politik.
Ø      Islam yes, partai islam no. statemen nur cholis ini mengajak untuk tidak memperjuangkan islam formalis/formalitas tetapi mengajak memperjuangkan ajaran islam
Ø      Banyak dipengaruhi oleh metode berpikir barat yang mnggunakan metodelogi dalam mengkaji islam,
Studi islam di Indonesia selalu dinamis,berkembang, dan mengalami perubahan demi konstektualisasi dengan realitas yang ada.
Ada bebarapa hal Sebagai gejala baru dalam studi islam yang penting untuk diperhatikan :
1.      Digunakannya pendekatan yang beragam dalam memahami keislaman. Seperti penggabungan antara pendekatan normative dengan analisis sosio-historis.
2.      Pengenalan terhadap berbagai pandangan dan argumen yang berkembang dalam tradisi keislaman memberikan dampak pada pemahaman  yang plural polyphonic unsderstanding terhadap kekayaan dan keragaman tradisi intelektual islam
3.      IAIN dan STAIN telah memantapkan diri menjadi institusi akademik, disamping juga tentu peran dakwah yang tidak dapat dilupakan.
4.      Sebagai centre of excellence bagi pendidikan dan penelitian islam di Indonesia, tradisi baru iain perlu mengembangkan apa yang sering disebut sebagai local context dan local content islam di Indonesia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar