Catatan msi 6
Pada pertemuan
hari selasa tanggal 5 may ini yaitu
presentasi mengenai pendekatan missionarisme dan kolonialisme. Tetapi pembahasannya
melanjutkan bab dinamika perkembangan studi islam. Yaitu
studi islam di Indonesia.....
Di pertemuan ini
kata-kata yang berkesan dari beliau yaitu:
Kerja
keras (hand)
kerja cerdas(head) kerja
ihklas(heart)
IQ 5%
KERJA KERAS 95%
Kembali
pada pembahasan dipertemuan kali ini tentang studi islam di indoneseia .
STUDI ISLAM DI INDONESIA
Dinamika perkembangan studi islam di indonesia :
Ø
Ada yang menyebut studi islam
telah ada sejak masuknya islam yaitu
pada abad ke 8
Ø
Studi islam di Indonesia di
pengaruhi oleh tokoh indonesia yang menempuh studi islam di timur tengah dan
asia selatan pemikiran studi disana berdampak bagi studi islam
diindonesia dalam pembaharuannya .
Ø
Islam masuk ke Indonesia tidak
hanya menyebarkan ajaran islam melainkan adanya proses belajar
Ø
Ditahun 1945 atau sebelum tahun
70an, pemikiran islam di Indonesia masih
dalam kondisi stagnan, karena waktu dan energi telah habis saat peperangan
politik.
Ø
Islam yes, partai islam no. statemen nur cholis ini mengajak untuk tidak memperjuangkan
islam formalis/formalitas tetapi mengajak memperjuangkan ajaran islam
Ø
Banyak dipengaruhi oleh metode
berpikir barat yang mnggunakan metodelogi dalam mengkaji islam,
Studi islam di
Indonesia selalu dinamis,berkembang, dan mengalami perubahan demi
konstektualisasi dengan realitas yang ada.
Ada bebarapa hal
Sebagai gejala baru dalam studi islam yang penting untuk diperhatikan :
1.
Digunakannya pendekatan yang
beragam dalam memahami keislaman. Seperti penggabungan antara pendekatan
normative dengan analisis sosio-historis.
2.
Pengenalan terhadap berbagai
pandangan dan argumen yang berkembang dalam tradisi keislaman memberikan dampak
pada pemahaman yang plural polyphonic unsderstanding terhadap
kekayaan dan keragaman tradisi intelektual islam
3.
IAIN dan STAIN telah memantapkan
diri menjadi institusi akademik, disamping juga tentu peran dakwah yang tidak
dapat dilupakan.
4.
Sebagai centre of excellence bagi
pendidikan dan penelitian islam di Indonesia, tradisi baru iain perlu
mengembangkan apa yang sering disebut sebagai local context dan local content
islam di Indonesia.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar