catatan MSi 4
pada pembahasan minggu ini mengenai " Studi Islam di Barat" ini adalah terusan dari catatan yang sebelumnya.. Tentang DINAMIKA PERKEMBANGAN STUDI ISLAM.
Studi Islam di Barat dilatar belakangi oleh kepentingan politik. fokus studi di barat ini baru dimulai ketika indonesia merdeka.
Di Indonesia sendiri studi di belanda yaitu memang didasari atas kepentingan politik dan itupun yang bisa studi di sana adalah orang-orang yang berada pada kalangan menengah yaitu pada tahun 1871 . tujuannya yaitu melahirkan ambtenaar atau civil servant di indonesia disebut dengan PNS.
kesimpulan pembahasan kali ini yaitu
sebelum indonesia merdeka tidak ada orang indonesia studi di barat,studi disana tidak mempelajari usluhudin tetapi mempelajari tetang pluralistik,perbandingan agama, metodelogi . Harun nasution pada tulisannya menekankan tentang pendekatan pluralistik yaitu sutu pendekatan yang menekankan bahwa suatu aspek agama tidak bisa dilihat dengan satu sudut pandang pentingnya pendekatan ini adalah melihat sudut pandangnya terlebih dahulu dan tidak langsung menghakimi seseorang salah atau benar.
1.tokoh pertama yang menempuh studi di barat adalah m.rasjidi dan menjadi mentri agama di indonesia
2.tokoh ke dua yaitu harun nasution yang menginginkan studi islam di IAIN sebagai centre of exellence bagi pengembangan ilmu-ilmu keislaman .
3. Mukti ali dari studinya dibarat dikenal dengan Penelitian Agama dan Perbandingan Agama.
Tiga tokoh di atas ,yaitu rasjidi,harun nasution, dan mukti ali, adalah generasi awal sarjana islam di negeri Barat. Setelah generasi mereka, muncul puluhan intelektual yang juga menempuh studi islam di barat.
studi islam di Barat semenjak abad ke-19 hingga sekarang ditandai oleh 3 model pendekatan diantaranya yaitu : pertama,naskah islam atau model pendekatan filologi yang dijelaskan disini yaitu apa yang ada di dalam teks belum tentu cocok dengan yang sebenarnya atau apa yang ada di masyarakatnya yang lalu disempurnakan dengan pendekatan ilmiah. kedua,pendekatan ilmiah ini dilakukan langsung ke masyarakat tidak melihat teks ,yang lalu disempurnakan dengan pendekatan fenomenologi.ketiga, pendekatan fenemologi yaitu melihat obyek secara Natural.