Selasa, 14 April 2015
Senin, 13 April 2015
catatan MSi 3
catatan
MSi 3
dalam pertemuan
kali ini matakuliah MSi kini membahas tentang Dinamika Perkembangan Studi Islam dan Sikap
Keberagaman Intrinsik Dan Ekstrinsik
SIKAP KEBERAGAMAN INTRINSIK DAN EKSTRINSIK
William james beranggapan tokoh agama adalah Orang yang bisa
mengaduk-aduk perasaan.
Dua Macam Cara Beragama
Ada yang
beranggapan bahwa tidak ada bukti kuat
bahwa orang-orang beragama lebih
sehat mentalnya daripada orang-orang yang tidak Bergama. Menurut Allport untuk
bisa menyatakan demikian kita harus mendefinisikan terlebih dahulu apa arti
beragama. Ada dua macam cara beragama: yang ekstrinsik dan yang instrinsik
Yang Ekstrinsik agama sebagai sesuatu untuk
dimanfaatkan, dan bukan untuk
kehidupan agama disini digunakan untuk
menunjang motif-motif lain: kebutuhan akan status,rasa aman atau harga diri.
Orang yang Bergama dengan cara ini
melasanakan bentuk-bentuk luar dari agama ,ia puasa, sholat, naik haji,
dan sebgainya tetapi tidak didalamnya. Cara beragama seperti ini erat dengan
kaitannya Mental
Yang Intrinsik dianggap menujang kesehatan jiwa dan kedamaian
masyarakat, agama dipandang sebagai yang mengatur seluruh hidup seseorang. Cara
beragama seperti ini terlihat dengan
nilai-nilai atau hablum minannas (hubungan dengan manusia) secara
simbolik cara beragama instrinsik yaitu
peduli dengan orang lain atau menghargai seseorang .
bapak Ngainun Naim
pada bab ini memberikan ulasan yang
berkesan sekali untuk saya
beliau mengatakan
bahwa :
“setiap
orang ingin di hargai tetapi tidak semua orang bisa menghargai”
Dari pernyataan
yang diberikan oleh bapak Ngainun Naim saya mengambil apa yang beliau sampaikan
dan akan membenahi sikap tidak mengharagai walaupun benar kata beliau bahwa
menghargai orang lain itu memang susah sekali.
Dari hal tersebut
juga beliau mengatakan bahwa :
“semakin
sehat psikologi seseorang maka orang tersebut semakin bisa Menghargai orang
lain.
Lansung saja pada
bahasan dari bab Dinamika Perkembangan Studi Islam
A. sejarah awal studi islam
sebagai sebuah praktek studi islam
sesungguhnya sudah berlangsung sejak
awal pertumbuhan islam , yakni pada masa hidup Nabi Muhammad saw. Apa
yang dilakukan oleh nabi bersama para sahabatnya dari waktu ke waktu merupakan
bentuk studi islam yang sesunggunya.
Studi islam pada masa Nabi berlangsung dalam
berbagai bentuk diantaranya yaitu:
1. dalam bentuk khutbah
2. dalam bentuk dialog
3. dalam bentuk forum-forum diskusi
studi islam berkembang searah dengan perkembangan lembaga pendidikan
islam.Ditinjau dari segi kelembagaan
studi mengalami perkembangan dari sorogan dan halaqah dirumah-rumah para
alim yang sifatnya individual ke sistem khuttab.
Aspek penting studi islam yang tidak bisa diabaikan dalam masa keemasan islam adalah perpustakaan. Perpustakaan
adalah aspek penting dlam perkembangan studi islam yang berfungsi sebagai ruang
baca ,pusat aktivitas akademis dan ruang diskusi.
Pada masa selanjutnya studi islam berkembang tidak hanya
di negara-negara islam, tetapi juga masuk ke negara-negara barat .
berkembangnya studi islam dibarat di tandai oleh salah satunya penyalinan
manuskrip-manuskrip ke dalam bahasa latin sejak abad ke -13 M hingga bangkitnya zaman bangunan
(renaissance) eropa pada abad ke 14.
Implikasi lebih lanjut dari kegiatan penyalinan naskah adalah
dimulainya kajian islam secara serius
dalam berbagai dimensinya.
catatan MSi 2
Catatan MSI 2
Pada hari selasa akitivitas perkuliahan dimulai jam
ke 2 mata kuliah metodelogi studi islam yang dibimbing oleh bapak dosen Ngainun Naim yang penuh kegembiraan atau
selingan humornya bikin gak bisa diam pasti ketawa. Dalam pertemuan ketiga ini bab yang dibahas
adalah tentang Tujuan Studi Islam dan Urgensi Metodelogi Studi
Islam.
Tujuan
Studi Islam
Secara Garis
besar tujuannya adalah:
1. Mempelajari
secara mendalam tentang hakikat islam, bagaimana posisimya dangan agama lain
dan bagaiman hubungannya dengan dinamika perkembangan yang berlangsung.
2. Mempelajari
secar mendalam terhadap sumber dasar ajaran agama islam yang tetap abadi dan
dinamis serta aktualisasinya sepanjang sejarah. Inti dari studi yaitu agama
islam adalah agama samawi terakhir yang membawa ajaran yang bersifat final,
mampu memecahkan persoalan kehidupan manusia, menjawab tantangan, dan
senantiasa actual sepanjang masa.
3. Mempelajari
secara mendalam terhadap pokok isi ajaran yang asli, dan bagaimana
operasionalisai dalam pertumpahan budaya dan peradaban islam
4. Mempelajari
secara mendalam terhadap prinsip-prinsip dan nilai-nilai dasar ajaran islam dan
bagaiman perwujudannya dalam membimbing dan mengarahkan serta mengontrol
perkembangan budaya dan peradaban manusia pada zaman modern ini.
Urgensi
Metodelogi Dalam Studi Islam
Dijelaskan mengenai apa pengertian Metodelogi dan
Metode oleh bapak Ngainum Naim
Pengertian Metodelogi adalah Ilmu tentang cara
melakukan sesuatu. Sedangkan Metode
adalah prakteknya.
Misalnya : Mengapa anak Gontor pintar Bahasa Inggris
dan Bahasa Arab?
1. Cara
mengetahuinya yaitu dengan Observasi(pengamatan)
Jawabannya : Karena diwajibkan berbahasa
(dibiasakan)
2. Dengan melakukan Wawancara, wawancara dengan
Pendekatan aktif yaitu narasumber yang aktif menjawab, dan wawancara dengan
Pendekatan pasif yaitu narasumber tidak
banyak bicara.
Jadi kesimpulannya
yaitu praktek dari Metodelogi adalah Metode.
lalu apa urgensi MSI???
NAH…
Sekarang saya tahu urgensi mempelajari MSI adalah agar tahu akan dasar-dasar dari kajian islam
dan setalah tahu dasar –dasar tersebut kita akan “ASYIK” Dalam mempelajari
kajian islam .
Langganan:
Postingan (Atom)