Catatan
msi 8
Pada pertemuan kali ini
alhamdulillah saya masih diberi kesehatan dan dapat menerima materi
pembahasan dari bapak ngainun naim.
pada hari itu saya
ada jam mendadak sebelum memulai mata
kuliah metodelogi studi islam jam ke 3 yang diampu oleh beliau. Saya mengikuti
uts bahasa arab terlebih dahulu. Alhamdulillahnya saya masih sempat menerima
pembahasan dari beliau walaupun hanya setengahnya.
Langsung saja pada catatatan kali Ini pembahasan bab VI
ISU-ISU AKTUAL DALAM STUDI ISLAM
Yaitu tentang
PLURALISME.
Hal-hal yang
terkait didalam PLURALISME antara lain :
1 Relasi sosial kelompok agama dan antar
kelompok agama dapat menimbulkan konflik ataupun membina hubungan harmonis.
2 Pluralisme
adalah meyakini agama yang dianut sebagai yang saling benar dan secara
sosial harmonis dengan kelompok/agama yang berbeda.
3 Konflik terjadi karena belum ada kedewasaan
dalam diri yang bisa muncul dari mana saja mulai dari lingkup sosial terkecil,
yaitu keluarga, relasi antar tetangga,antar kampung,antar etnis,hingga
komunitas yang jauh lebih besar,yaitu negara. Konflik yang paling berbahaya
yaitu konflik agama. Agama memang wilayah yang paling sensitif dalam ranah Konstelasi
sosial budaya dan politik. Sentimen keagamaan sangat mudah disulut dan
dibangkitkan. Karena agama memang tidak hanya berkaitan keyakinan, tetapi juga
berkaitan dengan aspek emosionalitas, eksistensi, bahkan hidup seseorang.
4 Solusi dalam hal ini adalah dengan matangnya
emosi (EQ),spiritual, dan hubungan sosial.Misal: * menghadapi orang yang marah-marah
jangan disela hargai dan ketika selesai maka kamu baru bicaralah...
5 Fenomena konflik yang berlatar belakang agama
dapat melahirkan paradoks dalam agama sendiri. Paradoks yaitu ;antara apa yang
diucapkan dan dilakukan tidak sama
Ada hal-hal yang membuat agama islam dicap “agama keras”
atau apapun itu.
Itu yang salah bukan Agama Islam tetapi yang menjadi
masalah adalah pemeluk”nya yang membuat paradoks dalam agama sendiri.
6 Ada yang menuduh pluralisme adalah relativisme
yaitu kebenaran mutlak. Tidak relativisme tetapi pluralisme yang memegang agama dengan kuat tetapi tidak dan jangan
menyebabkan konflik sosial.
7 Ada juga yang menyamakan bahwa pluralisme
adalah sinkretisme yaitu keyakinan “gado-gado” yang meramu unsure-unsur
tertentu dari masing-masing agama agama, kemudian memformulasikan dalam bentuk
keyakinan atau agama baru. Pluralism tidak seperti itu pluralism harus dipahami
secara lebih komprehensif . Apa yang disebut pluralisme bukanlah sekedar
mengakui eksistensi dan kebenaran setiap agama. Tetapi lebih dari itu,
pluralism hendaknya diletakkan diatas
landasan komitmen yang kukuh terhadap masing-masing agam yang dipeluk. Dalam
paradigm pluralisme yang semacam ini, umat suatu agama dalam berinteraksi
dengan umat yang beragam lain dituntu untuk membuka diri, belajar dan
menghormati mitra dialognya.
8 Kenapa terjadi suatu konflik, Karena tidak ada
Dialog
Dialog subtansinya mencari solusi.
Mengembangkan dialog dapat dilakukan empat tingkat bagi
komunikasi manusia,
1
Dialogue of hearts : rasa sebagai bersaudara, sesama makhluk
tuhan, sesame manusia.
2
Dialogue of life : menegakkan nilai-nilai kehidupan kemanusiaan.
3
Dialogue of peace : keberanian
untuk memperbincangkan tuhan dan manusia dalam kedamaian.
4
Dialogue of silence : di
mana tuhan berbicara kepada manusia
Cukup sekian pembasan tentang bab pluralisme yaa….
Sedikit kata-kata
dari bpak dosen saya :
“emosi jangan di lawan dengan emosi”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar