Minggu, 24 Mei 2015

catatan msi 8



Catatan msi 8
Pada pertemuan kali ini  alhamdulillah saya masih diberi kesehatan dan dapat menerima materi pembahasan dari bapak ngainun naim.
 pada hari itu saya  ada jam mendadak sebelum memulai mata kuliah metodelogi studi islam jam ke 3 yang diampu oleh beliau. Saya mengikuti uts bahasa arab terlebih dahulu. Alhamdulillahnya saya masih sempat menerima pembahasan dari beliau walaupun hanya setengahnya.
Langsung saja pada catatatan kali Ini pembahasan bab VI ISU-ISU AKTUAL DALAM STUDI ISLAM
Yaitu tentang PLURALISME.
Hal-hal yang terkait didalam PLURALISME antara lain :
1       Relasi sosial kelompok agama dan antar kelompok agama dapat menimbulkan konflik ataupun membina hubungan harmonis.
2       Pluralisme  adalah meyakini agama yang dianut sebagai yang saling benar dan secara sosial harmonis dengan kelompok/agama yang berbeda.
3       Konflik terjadi karena belum ada kedewasaan dalam diri yang bisa muncul dari mana saja mulai dari lingkup sosial terkecil, yaitu keluarga, relasi antar tetangga,antar kampung,antar etnis,hingga komunitas yang jauh lebih besar,yaitu negara. Konflik yang paling berbahaya yaitu konflik agama. Agama memang wilayah yang paling sensitif dalam ranah Konstelasi sosial budaya dan politik. Sentimen keagamaan sangat mudah disulut dan dibangkitkan. Karena agama memang tidak hanya berkaitan keyakinan, tetapi juga berkaitan dengan aspek emosionalitas, eksistensi, bahkan hidup seseorang.
4       Solusi dalam hal ini adalah dengan matangnya emosi (EQ),spiritual, dan hubungan sosial.Misal: * menghadapi orang yang marah-marah jangan disela hargai dan ketika selesai maka kamu baru bicaralah...
5       Fenomena konflik yang berlatar belakang agama dapat melahirkan paradoks dalam agama sendiri. Paradoks yaitu ;antara apa yang diucapkan dan dilakukan tidak sama
Ada hal-hal yang membuat agama islam dicap “agama keras” atau apapun itu.
Itu yang salah bukan Agama Islam tetapi yang menjadi masalah adalah pemeluk”nya yang membuat paradoks dalam agama sendiri.
6       Ada yang menuduh pluralisme adalah relativisme yaitu kebenaran mutlak. Tidak relativisme tetapi pluralisme yang memegang  agama dengan kuat tetapi tidak dan jangan menyebabkan konflik sosial.
7       Ada juga yang menyamakan bahwa pluralisme adalah sinkretisme yaitu keyakinan “gado-gado” yang meramu unsure-unsur tertentu dari masing-masing agama agama, kemudian memformulasikan dalam bentuk keyakinan atau agama baru. Pluralism tidak seperti itu pluralism harus dipahami secara lebih komprehensif . Apa yang disebut pluralisme bukanlah sekedar mengakui eksistensi dan kebenaran setiap agama. Tetapi lebih dari itu, pluralism hendaknya  diletakkan diatas landasan komitmen yang kukuh terhadap masing-masing agam yang dipeluk. Dalam paradigm pluralisme yang semacam ini, umat suatu agama dalam berinteraksi dengan umat yang beragam lain dituntu untuk membuka diri, belajar dan menghormati mitra dialognya.
8       Kenapa terjadi suatu konflik, Karena tidak ada Dialog
Dialog subtansinya mencari solusi.
Mengembangkan dialog dapat dilakukan empat tingkat bagi komunikasi manusia,
1       Dialogue of hearts : rasa sebagai bersaudara, sesama makhluk tuhan, sesame manusia.
2       Dialogue of life               : menegakkan nilai-nilai kehidupan kemanusiaan.
3       Dialogue of peace   : keberanian untuk memperbincangkan tuhan dan manusia dalam kedamaian.
4       Dialogue of silence  : di mana tuhan berbicara kepada manusia
Cukup sekian pembasan tentang bab pluralisme yaa….
Sedikit kata-kata dari bpak dosen saya :
emosi jangan di lawan dengan emosi”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar