Minggu, 24 Mei 2015

catatan msi 5





Hal 38-40
Pengantar studi islam
Catatan MSI 5
Hari Kejut Nyata

Di hari selasa pada tanggal 28 april 2015 tepat pada jam ke 2 (08.40) saya pada hari ini kebetulan tidak on time karena suatu hal dan baru tiba  sekitar 5 menit bapak Ngainun naim sudah mengejutkan sekali  kalau kata syahrini sih kejut nyata  hemm seperti itu lah…..
Lalu Beliau bilang “siapkan selembar kertas”kata-kata seperti itu simbolnya kalo UTS, Uts tanpa pemberitahuan, tapi dengan tidak memberitahukan itu adalah suatu nilai murni.  Setelah diberi soal-soal ternyata saya dapat menjawab soal-soalnya tapi kalo hasilnya belum tahu ya hehe curcol deh ….  Tapi kira-kira ada yang saya yakini benar dan ada yang mungkin salah sih , ya semoga aja deh nilainya maksimal amiinn.. allahhuma amiinn.
Cukup carita saya itu saja hehe …. lansung aja ke pembahasan nya yaitu membahas bab studi islam di timur
Studi Islam di Timur
Hampir sama dengan yang terjadi di barat, studi islam di negri-negri timur tengah  juga  bervariasi di karenakan karakteristik studi islam dipengaruhi oleh beberapa faktor  yaitu :
1.     Faktor kebijakan politik
2.     Dinamika sosial budaya
3.     Latar belakang pemegang kebijakan pendidikan
4.     Perkembangan ekonomi
Di universitas Taheran Iran, studi islam dilakukan dalam satu fakultas yang disebut kulliyat illahiyat (fakultas agama).Di universitas damaskus Syria, studi islam ditampung dalam kulliata al syariah (fakultas syariah). Di Aligarch university india studi islam dibagi dua jurusan: mabzhab  ahli sunah dan syiah. Di universitas islam internasional malasyia, program studi islam berada di bawah kulliyah of revealed knowledge and human sciences(fakultas ilmu kewahyuan dan ilmu kemanusiaan). Di universitas Al-azhar sampai tahun 1961 memiliki fakultas-fakultas seperti di IAIN. Setelah tahun 1961, Al-azhar tidak lagi membatasi diri pada fakultas-fakultas agama. Dapat disimpulkan bahwa studi islam di timur tengah, sebagaimana studi di barat dan berbagai negara lainnya, juga tidak seragam. Ada karakteristik yang khas dari masing-masing negara, hal ini menjadi kekayaan warna dalam studi islam dan negara.

Selasa, 14 April 2015

catatan MSi 4

catatan MSi 4

 pada pembahasan minggu ini mengenai " Studi Islam di Barat" ini adalah terusan dari catatan yang sebelumnya.. Tentang DINAMIKA PERKEMBANGAN STUDI ISLAM.

Studi Islam di Barat dilatar belakangi oleh kepentingan politik. fokus studi di barat ini baru dimulai ketika indonesia merdeka.

Di Indonesia sendiri  studi di belanda yaitu memang didasari atas kepentingan politik dan itupun yang bisa studi di sana adalah orang-orang yang berada pada kalangan menengah yaitu pada tahun 1871 . tujuannya yaitu melahirkan ambtenaar atau civil servant di indonesia disebut dengan PNS. 

kesimpulan pembahasan kali ini yaitu 

sebelum indonesia merdeka  tidak ada orang indonesia studi di barat,studi disana tidak mempelajari  usluhudin tetapi mempelajari tetang pluralistik,perbandingan agama, metodelogi . Harun nasution pada tulisannya menekankan tentang pendekatan pluralistik yaitu sutu pendekatan yang menekankan bahwa suatu aspek agama tidak bisa dilihat dengan satu sudut pandang pentingnya pendekatan ini adalah melihat sudut pandangnya terlebih dahulu dan tidak langsung menghakimi seseorang salah atau benar.

1.tokoh pertama  yang menempuh studi di barat adalah m.rasjidi dan menjadi  mentri agama di indonesia

2.tokoh ke dua yaitu harun nasution  yang menginginkan studi islam di IAIN sebagai centre of exellence bagi pengembangan ilmu-ilmu keislaman . 

3. Mukti ali dari studinya dibarat dikenal dengan Penelitian Agama dan Perbandingan Agama.

Tiga tokoh di atas ,yaitu rasjidi,harun nasution, dan mukti ali, adalah generasi awal sarjana islam di negeri Barat. Setelah generasi mereka, muncul puluhan intelektual yang juga menempuh studi islam di barat.

 studi islam di Barat semenjak abad ke-19 hingga sekarang ditandai oleh 3 model pendekatan diantaranya yaitu :  pertama,naskah islam atau model pendekatan filologi yang dijelaskan disini yaitu apa yang ada di dalam teks belum tentu cocok dengan yang sebenarnya atau apa yang ada di masyarakatnya yang lalu disempurnakan dengan pendekatan ilmiah. kedua,pendekatan ilmiah  ini dilakukan langsung ke masyarakat  tidak melihat teks ,yang lalu disempurnakan dengan pendekatan fenomenologi.ketiga, pendekatan fenemologi yaitu melihat obyek secara Natural.



 

Senin, 13 April 2015

catatan MSi 3



catatan MSi 3
dalam pertemuan kali ini  matakuliah MSi  kini membahas tentang  Dinamika Perkembangan Studi Islam dan Sikap Keberagaman Intrinsik Dan Ekstrinsik
SIKAP KEBERAGAMAN INTRINSIK DAN EKSTRINSIK
          William james beranggapan tokoh agama adalah Orang yang bisa mengaduk-aduk perasaan.
Dua Macam Cara Beragama
Ada yang beranggapan bahwa tidak ada bukti kuat  bahwa orang-orang beragama  lebih sehat mentalnya daripada orang-orang yang tidak Bergama. Menurut Allport untuk bisa menyatakan demikian kita harus mendefinisikan terlebih dahulu apa arti beragama. Ada dua macam cara beragama: yang ekstrinsik dan yang instrinsik
            Yang Ekstrinsik agama sebagai sesuatu untuk dimanfaatkan, dan bukan  untuk kehidupan  agama disini digunakan untuk menunjang motif-motif lain: kebutuhan akan status,rasa aman atau harga diri. Orang yang Bergama dengan cara ini  melasanakan bentuk-bentuk luar dari agama ,ia puasa, sholat, naik haji, dan sebgainya tetapi tidak didalamnya. Cara beragama seperti ini erat dengan kaitannya Mental
            Yang Intrinsik dianggap menujang kesehatan jiwa dan kedamaian masyarakat, agama dipandang sebagai yang mengatur seluruh hidup seseorang. Cara beragama seperti ini terlihat dengan  nilai-nilai atau hablum minannas (hubungan dengan manusia) secara simbolik cara beragama instrinsik  yaitu peduli dengan orang lain atau menghargai seseorang .

bapak Ngainun Naim pada bab ini  memberikan ulasan yang berkesan sekali untuk saya
beliau mengatakan bahwa :
setiap orang ingin di hargai tetapi tidak semua orang bisa menghargai”
Dari pernyataan yang diberikan oleh bapak Ngainun Naim saya mengambil apa yang beliau sampaikan dan akan membenahi sikap tidak mengharagai walaupun benar kata beliau bahwa menghargai orang lain itu memang susah sekali.
Dari hal tersebut juga beliau mengatakan  bahwa :
semakin sehat psikologi seseorang maka orang tersebut semakin bisa Menghargai orang lain.
Lansung saja pada bahasan dari bab  Dinamika Perkembangan Studi Islam
A.     sejarah  awal studi islam
sebagai sebuah praktek studi islam sesungguhnya sudah berlangsung sejak  awal pertumbuhan islam , yakni pada masa hidup Nabi Muhammad saw. Apa yang dilakukan oleh nabi bersama para sahabatnya dari waktu ke waktu merupakan bentuk studi islam yang sesunggunya.
Studi islam pada masa Nabi berlangsung dalam berbagai bentuk  diantaranya yaitu:
1.      dalam bentuk khutbah
2.      dalam bentuk dialog
3.      dalam bentuk forum-forum diskusi
studi islam berkembang searah dengan perkembangan lembaga pendidikan islam.Ditinjau dari segi kelembagaan  studi mengalami perkembangan dari sorogan dan halaqah dirumah-rumah para alim yang sifatnya individual ke sistem khuttab.
Aspek penting studi islam yang tidak bisa diabaikan  dalam masa keemasan  islam adalah perpustakaan. Perpustakaan adalah aspek penting dlam perkembangan studi islam yang berfungsi sebagai ruang baca ,pusat aktivitas akademis dan ruang diskusi.
Pada masa selanjutnya studi islam berkembang  tidak hanya  di negara-negara islam, tetapi juga masuk ke negara-negara barat . berkembangnya studi islam dibarat di tandai oleh salah satunya penyalinan manuskrip-manuskrip ke dalam bahasa latin sejak abad ke -13 M  hingga bangkitnya zaman bangunan (renaissance) eropa pada abad ke 14.
Implikasi lebih lanjut dari kegiatan penyalinan naskah adalah dimulainya kajian islam  secara serius dalam berbagai dimensinya.

catatan MSi 2



Catatan MSI 2
Pada hari selasa akitivitas perkuliahan dimulai jam ke 2 mata kuliah metodelogi studi islam yang dibimbing oleh bapak  dosen  Ngainun Naim yang penuh kegembiraan atau selingan humornya bikin gak bisa diam pasti ketawa.  Dalam pertemuan ketiga ini bab yang dibahas adalah tentang Tujuan Studi Islam dan Urgensi Metodelogi Studi Islam.
Tujuan Studi Islam
 Secara Garis besar tujuannya adalah:
1.      Mempelajari secara mendalam tentang hakikat islam, bagaimana posisimya dangan agama lain dan bagaiman hubungannya dengan dinamika perkembangan yang berlangsung.
2.      Mempelajari secar mendalam terhadap sumber dasar ajaran agama islam yang tetap abadi dan dinamis serta aktualisasinya sepanjang sejarah. Inti dari studi yaitu agama islam adalah agama samawi terakhir yang membawa ajaran yang bersifat final, mampu memecahkan persoalan kehidupan manusia, menjawab tantangan, dan senantiasa actual sepanjang masa.
3.      Mempelajari secara mendalam terhadap pokok isi ajaran yang asli, dan bagaimana operasionalisai dalam pertumpahan budaya dan peradaban islam
4.      Mempelajari secara mendalam terhadap prinsip-prinsip dan nilai-nilai dasar ajaran islam dan bagaiman perwujudannya dalam membimbing dan mengarahkan serta mengontrol perkembangan budaya dan peradaban manusia pada zaman modern ini.
Urgensi Metodelogi Dalam Studi Islam
Dijelaskan mengenai apa pengertian Metodelogi dan Metode oleh bapak Ngainum Naim
Pengertian Metodelogi adalah Ilmu tentang cara melakukan sesuatu. Sedangkan Metode  adalah prakteknya.
Misalnya : Mengapa anak Gontor pintar Bahasa Inggris dan Bahasa Arab?
1.      Cara mengetahuinya yaitu dengan Observasi(pengamatan)
 Jawabannya : Karena diwajibkan berbahasa (dibiasakan)
2.       Dengan melakukan Wawancara, wawancara dengan Pendekatan aktif yaitu narasumber yang aktif menjawab, dan wawancara dengan Pendekatan pasif  yaitu narasumber tidak banyak bicara.
Jadi kesimpulannya yaitu praktek dari Metodelogi adalah Metode.
lalu apa urgensi MSI???
NAH…
Sekarang saya tahu urgensi mempelajari MSI adalah  agar tahu akan dasar-dasar dari kajian islam dan setalah tahu dasar –dasar tersebut kita akan “ASYIK” Dalam mempelajari kajian islam .