CATATAN MSI 9
Assalamu’alaikum wr.wb ..... semua.
Hari selasa tanggal 26 may 2015 ini
Alhamdulillah saya masih bisa diberi kesempatan oleh allah swt untuk mengikuti
mata kuliah metodelogi studi islam .
Seperti biasanya dalam pembelajaran
metodelogi studi islam banyak hal-hal menarik yang saya tangkap dari bpk dosen
. beliau selalu bisa membawa suasana yang berubah-ubah ketika pembelajaran
mulai dari suasana santai yang menghibur sampai suasana serius yang membuat
fokus. Hemm…. Pokoknya berkesan
banget. By the way ini adalah catatan
terakhir MSI yang saya post karena semester 2
mau selesai dan ini mau UAS minta doanya ya… semoga uas saya berjalan
lancar tiada hambatan. Aminn..
Catatan
terakhir ini membahas tentang Fundamentalisme . Ya ini dia catatan saya
FUNDAMENTALISME
Fundamentalisme
terjadi ketika individu atau kelompok mengalami GAP. Gap yaitu tidak sambungnya antara idealitas
(keinginan-keinginan terbaik yangkita inginkan) dengan realitas dengan kata
lain dua hal tersebut mengalami jarak.
Jarak tersebut dapat disambungkan dengan adanya transformasi yaitu: 1) Sistem
belajar 2) sifat ilmu terbagi menjadi dua yaitu teori dan praktik.Fundamentalisme
adalah kelompok orang yang mengalami gap. apa Gapnya?: gapnya adalah1. Eksistensi
yaitu peran diri/ keberadaan
2. Alienasi
yaitu orang yang terasing. Terasing dari budaya, terasing dari politik dan terasing dari ekonomi. Sehingga
mereka membuat gerakan milenial.( mimpi
indah di masa depan)
Fundamentalisme dapat dilihat sebagai kritik.
Dilihat sebagai kritik disini yaitu mengapa fundamentalisme itu bisa terjadi.Fundamentalisme yaitu orang yang memahami
agama secara spiritualisme (kitabiy) memahami agama secara apa adanya yang ada
di kitab suci.Prinsip/ciri-ciri fundamentalisme :1. Oposisionalisme
2. Menolak
hermeneutika
3. Menolak
pluraliisme dan relativisme
4. Menolak
perkembangan historis dan sosilogis.
Musdah mulia melihat tumbuh sumburnya
fundamentalisme setidaknya didukung oleh 3 faktor yaitu:1. Kekuatan
global dimana kebijakan amerika sangat timpang terhadap negara-negara muslim
sehingga menimbulkan kebencian.
2. Pengaruh
demokrasi.
3. Kegagalan
pemerintah sekuler menyejahterakan rakyat sehingga muncul alas an menggantikan
negara sekuler dengan negara teokrasi.
Sebagai penutup “Karen Amstrong menulis bahwa
ujian satu-satunya bagi keabsahan ide religious, pernyataan doctrinal,
pengalaman spiritual atau praktek peribadatan adalah bahwa ia harus langsung
menggiring kea rah tindakan belas kasih”. Jika pemahaman kita tentang yang
illahi membuat kita lebih ramah, lebih empatik, dan mendorong kita untuk
menujukkan simpati dalam tindakan nyata, itu ialah teologi yang baik. Tapi jika
pemahaman kita tentang yang illahi membawa kita tidak ramah,pemarah, kejam,
atau meras benar sendiri, atau jika menggiring anda membunuh atas nama tuhan
,itu adalah teologi yang buruk.Alhamdullilahh sudah selesai.Sekian catatan nya ya….Wassalammualaikum wr.wb.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar